Bangka Barat, KABAR-PERS.COM – Dugaan adanya “cantingan” dari aktivitas sejumlah ponton di perairan Tembelok-Keranggan, Kabupaten Bangka Barat, mulai menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Senin 28 September 2026
Informasi yang diterima media menyebut nama KJ dalam konteks koordinasi sejumlah ponton sekaligus dugaan pengambilan “cantingan”. Dalam informasi yang sama, disebut pula adanya uang yang digunakan untuk keperluan koordinasi aktivitas di kawasan tersebut.
Namun, pertanyaan yang kini muncul justru lebih jauh: jika benar terdapat uang koordinasi atau “cantingan”, uang tersebut untuk siapa dan mengalir kepada siapa?
Pertanyaan itu penting dijawab agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak berhenti sebagai isu tanpa kejelasan. Terlebih, aktivitas di kawasan Tembelok-Keranggan sebelumnya telah beberapa kali menjadi perhatian dan dilakukan penertiban oleh aparat.
Masyarakat meminta pihak berwenang menelusuri informasi tersebut secara menyeluruh. Penelusuran tidak hanya menyangkut siapa yang mengumpulkan atau menerima “cantingan”, tetapi juga siapa yang menjadi penerima akhir apabila memang terdapat aliran uang.
Nama KJ yang disebut dalam informasi tersebut juga perlu mendapat ruang untuk memberikan penjelasan. Apakah benar terdapat peran dalam koordinasi ponton dan pengambilan “cantingan”, atau terdapat pihak lain yang menggunakan namanya?
Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah apakah informasi mengenai uang koordinasi tersebut pernah sampai kepada pihak lain, termasuk aparat. Tidak tepat menyimpulkan aparat menerima uang tanpa bukti, tetapi jika memang ada informasi mengenai aliran dana, aparat perlu menelusurinya secara terbuka berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar ratusan ponton yang masih berada di kawasan Tembelok-Keranggan. Ada pertanyaan mengenai mekanisme koordinasi, pihak yang mengendalikan aktivitas, serta dugaan aliran uang yang disebut sebagai “cantingan”.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta keterangan Satpolair Polres Bangka Barat mengenai dugaan pengondisian tersebut dan apakah informasi mengenai “cantingan” telah diketahui atau ditelusuri aparat.
Media juga masih berupaya memperoleh tanggapan dari KJ terkait informasi yang menyebut dirinya memiliki peran dalam koordinasi ponton dan pengambilan “cantingan”.(Red*/Adm)
Tim
















