Basel, KABAR-PERS.COM – Masyarakat Kabupaten Bangka Selatan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan jaringan terorganisir penyelundupan timah setelah ditemukannya sekitar 1 ton timah yang diduga akan diselundupkan melalui kawasan pesisir Pantai Kelambui, Toboali.
Desakan tersebut mencuat menyusul beredarnya informasi mengenai temuan timah dalam jumlah besar di kawasan pesisir. Warga menilai praktik penyelundupan timah bukan lagi dilakukan secara sporadis, melainkan diduga melibatkan jaringan yang terorganisir dan telah berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.
Seorang warga pesisir yang meminta identitasnya dirahasiakan berharap aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga mampu mengungkap aktor intelektual, pemilik, hingga pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan penyelundupan tersebut.
“Kami meminta APH jangan hanya mengamankan barang bukti. Pemilik dan dalang di balik timah sekitar 1 ton itu harus diungkap kepada publik. Ini bukan jumlah yang sedikit. Kalau dibiarkan, pesisir Pantai Kelambui dan kawasan pesisir lainnya di Toboali akan terus dijadikan jalur penyelundupan,” ujar warga saat ditemui di kawasan pesisir Pantai Baher, Toboali, Selasa (21/7/2026).
Hal senada disampaikan warga lainnya yang meminta agar pengawasan di sepanjang pesisir selatan Bangka diperketat. Menurutnya, patroli rutin perlu ditingkatkan karena jalur laut dinilai masih menjadi titik rawan aktivitas penyelundupan.
“Kalau memang APH serius memberantas penyelundupan timah, lakukan patroli secara rutin di sepanjang pesisir. Bahkan jika memungkinkan, dirikan pos pengawasan di titik-titik rawan agar aktivitas penyelundupan bisa dicegah sejak dini,” ujar warga yang meminta disebut dengan inisial MAT.
Warga berharap penanganan kasus ini tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata. Mereka meminta penyidik mengusut tuntas asal-usul timah, jalur distribusi, pihak yang menyediakan modal, hingga pihak yang diduga akan menerima atau mengirimkan timah tersebut.
Menurut masyarakat, pengungkapan jaringan secara menyeluruh sangat penting agar praktik penyelundupan timah tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi negara, sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait asal-usul timah seberat sekitar 1 ton tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai kepemilikan maupun tujuan pengiriman timah yang diduga akan diselundupkan itu.
Masyarakat Bangka Selatan berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan penyelundupan timah tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari keberhasilan aparat mengungkap seluruh jaringan yang terlibat, mulai dari pemilik, pelaku lapangan, hingga pihak yang diduga menjadi otak di balik praktik penyelundupan tersebut.(Red*/Adm)
















