Pangkalpinang, KABAR-PERS.COM – Website resmi Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang di [Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang](https://setwan.pangkalpinangkota.go.id dilaporkan tidak dapat diakses publik sejak 5 Mei 2026. Saat diakses, halaman website hanya menampilkan pemberitahuan bertuliskan “Website Tengah Dipucak” disertai kalimat informal, “Halo Seperadik. Kami tengah ngebenerin web biar makin bagus. Ditunggu ok”.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari berbagai pihak, termasuk DPW Lembaga MABESBARA Bangka Belitung yang menilai gangguan website lembaga legislatif tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keterbukaan informasi publik.
Ketua MABESBARA Bangka Belitung, Edi Muslim, menilai tidak aktifnya website Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang dalam waktu cukup lama dapat menghambat akses masyarakat terhadap informasi kelembagaan DPRD.
“Website DPRD itu bukan sekadar pajangan digital, tetapi bagian dari keterbukaan informasi publik. Jika sejak 5 Mei sampai sekarang tidak bisa diakses secara normal, tentu publik berhak mempertanyakan apa penyebabnya dan sejauh mana penanganannya,”ujar Edi Muslim. (08/05/2026)
Menurutnya, website Sekretariat DPRD memiliki fungsi penting sebagai sarana publikasi:
* agenda dan kegiatan DPRD,
* produk legislasi,
* dokumentasi rapat,
* informasi alat kelengkapan dewan,
* hingga layanan informasi publik kepada masyarakat.
Karena itu, gangguan berkepanjangan pada website dinilai dapat mengurangi transparansi lembaga legislatif di mata publik.
MABESBARA Babel juga menyoroti tampilan pemberitahuan pada website yang dianggap terlalu informal untuk ukuran situs resmi lembaga pemerintahan.
“Kalimat seperti ‘Website Tengah Dipucak’ dan ‘Halo Seperadik’ memang mungkin ingin terkesan santai, tetapi untuk website resmi lembaga negara seharusnya tetap mengedepankan profesionalitas dan penjelasan yang jelas kepada masyarakat, “katanya.
Edi Muslim meminta Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang segera memberikan penjelasan terbuka terkait:
* penyebab website tidak dapat diakses,
* apakah sedang dalam pemeliharaan,
* adanya gangguan server,
* pembaruan sistem,
* atau persoalan teknis lainnya.
Selain itu, MABESBARA Babel juga meminta dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan sistem informasi dan layanan digital di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Di era digital sekarang, website pemerintah itu bagian penting dari pelayanan publik. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan informasi hanya karena pengelolaan sistem yang tidak maksimal,”tegasnya.
Dari hasil penelusuran, website tersebut memang masih menampilkan halaman maintenance ketika diakses melalui perangkat seluler maupun desktop. Belum diketahui secara pasti kapan proses perbaikan website akan selesai dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang dan Diskominfo belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi website tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Red*/Adm)














